- Back to Home »
- karya , tulisan »
- Mahasiswa Suka Demo dan Anti-Demo
Dua Kemungkinan
Isu tentang kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) memang menuai banyak kecaman, baik itu dari rakyat kecil sampai dari para pejabat sendiri. Penolakan secara terang-terangan dari mahasiswa pun tak bisa dihindarkan. Mahasiswa yang memang sebagai pejuang aspirasi rakyat memang tak bisa tinggal diam ketika menghadapi isu yang bisa menyusahkan dan menyengsarakan rakyat. Banyak tindakan yang dilakukan oleh mahasiswa menyikapi masalah ini, diantaranya yaitu melakukan aksi demo, aksi damai, dan berunjuk rasa turun ke jalan.
Namun demikian, ketika mahasiswa sedang gencar-gencarnya memperjuangkan aspirasi masyarakat, ada juga sebagian mahasiswa yang cuek dan seakan-akan tidak mempedulikan apa yang sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Tidak sedikit mahasiswa yang bertindak demikian. Hal ini menunjukkan tingkat kepekaan sikap terhadap masyarakat oleh mahasiswa tergolong masih rendah.
Ada dua kemungkinan kenapa mahasiswa bisa bertindak demikian. Pertama ialah karena mereka memang bisa dikatakan malas untuk melakukan aksi dengan bermandikan sinar matahari. Dan mereka mungkin menganggap bahwa berunjuk rasa tidak akan bisa mengubah apa yang sudah ditetapkan pemerintah. Kedua ialah karena mereka beranggapan bahwa demo adalah hal yang identik dengan tindak kekerasan, sehingga mereka ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan cara mereka sendiri-sendiri.
Dan sebaiknya, bagaimanapun bentuk aspirasi yang akan digunakan untuk membela masyarakat, mahasiswa harus melakukannya. karena sebenarnya mahasiswa adalah salah satu penjembatan antara golongan bawah dengan golongan atas.